Retrorika Coffe Bar & Resto, Tempat Ngopi yang Aesthetic

retrorika coffe bar

Kalau ngomongin tetang wisata di Kota Batu, rasa-rasanya nggak akan pernah ada habisnya. Tak terkecuali kulinernya. Meski kota apel ini tak begitu luas, namun selalu saja ada tempat baru yang bisa dikunjungi. Dan weekend kali ini, aku nyobain ke Retrorika Coffe Bar & Resto, tempat ngopi dengan tema unik dan aesthetic.

Sebenarnya kafe ini sudah lumayan lama sih beroperasi, sejak tahun 2018 lalu. Namun aku baru sempat ke sini  minggu lalu, karena kebetulan ada acara di daerah Batu jadi sekalian mampir buat nyobain.

Lokasi dan Petunjuk Arah

retrorika coffe bar
Kafe ini berada di daerah Bumiaji, tepatnya Jalan Dewi Mutmainah No 3, Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kota Batu. Karena lokasi kafe ini tidak berada di pinggir jalan besar, jadi agak susah nyarinya kalau nggak tau medan. Kalian bisa menggunakan google maps untuk mencarinya atau ikuti petunjuk yang aku jelaskan di bawah ini.

Jika kalian berkendara dari daerah Pasar Karangploso, kalian lurus aja ke arah Kota Batu. Nanti setelah melewati Wisata Bumi Kitiran, kalian akan menjumpai pertigaan. Di pertigaan tersebut berbeloklah ke arah kanan.

Dari sana lurus aja ngikutin jalan, sampai kalian melihat tendon air besar, nah sampai sana beloklah ke arah kanan. Ikutin jalan kecil tersebut. Bangunan Kafe berada di kiri jalan, seberang sawah. Tak begitu banyak bangunan di sana, jadi kalian pasti akan langsung mengenalinya.

Konsep Kafe

Kesan aesthetic langsung nampak ketika aku melihat bangunan kafe ini pertama kali. Di halaman luar terdapat kursi dari kayu dan bunga-bunga yang menghiasi disekitarnya. Dinding bangunan berupa lembar-lembar kayu kotak berbentuk persegi panjang. Diselingi dengan daun pintu yang dibuat menempel begitu saja.

Di ruang depan, dinding kafe berupa kumpulan jendela-jendela kaca yang disatukan. Sehingga kita bisa melihat pemandangan sawah nan hijau di luar ruangan dengan bebas.

Dekorasi Bahan Bekas

retrorika coffe bar
Segala sesuatu yang ada di sini terlihat unik dan menarik karena berasal dari bahan-bahan bekas. Dekorasi langit-langit misalnya, berasal dari roda sepeda bekas yang dililit dengan sulur-sulung tanaman rambat. Atau bangku di bar, terbuat dari bekas tabung gas 3kg yang berwarna hijau muda.

Di beberapa sudut ruangan dibuat ruang-ruang yang kelihatannya memang khusus buat pengunjung yang ingin berfoto. Di ruang dekat dengan meja kasir ada rak tinggi yang berisi puluhan atau mungkin ratusan kaset bekas. Ada radio tape bekas juga di sana yang bisa digunakan untuk memutar musik dari kaset. Berasa nostalgia ke jaman dulu deh.

Lalu di bagian dalam terdapat ruang kecil dengan hiasan tanaman dan televisi tabung yang bertumpuk-tumpuk. Tentu saja televisi itu tak bisa menyala karena memang hanya berupa hiasan saja.

Plat-plat nomor kendaraan bekas juga menghiasi beberapa sudut ruangan. Tak ketinggalan juga radio-radio bekas yang ikut menghiasi sudut-sudut ruang.

Dekorasi Succulent dan Kaktus

retrorika coffe bar
Tak hanya berkonsep menggunakan kembali barang bekas yang tak terpakai, dekorasi kafe ini juga dipenuhi bunga-bunga succulent dan kaktus yang lucu-lucu. Beberapa di tempelkan di dinding dengan pot dari bekas sepatu, lampu atau kotak-kotak kayu. Beberapa lainnya berada di dalam bekas-bekas panci, gelas, mangkuk dan tertata rapi di atas meja bersusun.

Mata kita benar-benar dimanjakan dengan pemandangan tumbuhan berwarna hijau. Bikin betah untuk berlama-lama mengobrol di sini.

Zero Waste

Selain dekorasi kafe yang menarik, ternyata kafe ini juga mengusung konsep minim sampah lho! Saat minuman pesananku datang, tak ada sedotan plastik sekali pakai di dalam gelas. mereka menggantinya dengan sedotan steinless stell yang bisa digunakan berkali-kali.

Tak hanya itu, mereka juga tak menyediakan tissue, tetapi menyiapkan lap kain yang bisa dicuci dan digunakan ulang untuk mengelap kotoran.

Bila kalian ingin membungkus makanan, kalian tak akan menemukan makanan kalian dibungkus dalam sterofoam atau plastik. Makanan kalian akan dibungkus dalam besek. Bila kalian ingin membungkus minuman, kalian harus merogoh uang lebih untuk membeli botol kaca, karena mereka tak menyediakan botol atau cup plastik untuk membungkus minuman.

Makanan dan Minuman

Untuk makanan dan minumannya lumayan banyak kok yang disajikan. Tak hanya makanan ringan saja namun ada pula makanan berat yang bisa dipesan.  Untuk makanan beratnya ada nasi goreng, soto, ayam bakar, ayam goreng dan mie kuah. Sedangkan untuk makanan ringan ada tahu petis, kentang, pisang bakar, roti bakar, lumpia dan tempe mendoan.

Untuk minumannya juga beraneka ragam. Lebih banyak menu kopi sih, namun ada juga minuman selain kopi yang bisa kalian pesan. Ada matcha, jus buah, the poci, choklat, taro juga wedhang uwuh.

Harga makanan dan minuman termasuk ramah dikantong. Untuk makanan harga dipatok mulai Rp. 13.000 hingga Rp. 30.000. Sedangkan untuk minuman harga dipatok mulai Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

Jam operasi

Kafe ini buka dari hari Senin hingga Minggu dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.


Author : @lelyelated


 

 

Pakistan Zindabad - Chalo India!

Pakistan Zindabad! Artinya panjang umur Pakistan. Pakistan Zindabad adalah sebuah slogan yang digunakan oleh bangsa Pakistan sebagai sebuah ekspresi kemenangan atau patriotisme. Seringkali diucapkan dalam pidato-pidato, lagu-lagu penyemangat, bahkan ketika pertandingan olahraga.

Kali ini saya pengin curhat soal Pakistan. Salah satu negara yang ingin saya kunjungi setelah Makkah dan Madinah. Ada banyak cerita yang tersembunyi di sana, dan saya ingin melihatnya sendiri untuk mengetahuinya.

Berawal dari kekaguman setelah membaca trilogi perjalanan Agustinus Wibowo, khususnya dalam Selimut Debu dan Titik Nol, ia menceritakan negeri yang mendapat tempat di hati saya ini. 

Pakistan Zindabad

Dibalik Pakistan Zindabad

Dalam bukunya, Agustinus menyebutkan bahwa Pakistan adalah saudara kembar India. Tak heran jika budaya dan adatnya mirip dengan negara tetangga yang menjadi musuh bebuyutannya saat ini. Lho kenapa? Disinilah awal mula ceritanya mengapa saya tertarik ingin pergi ke sana.

Agustinus menyebutkan bahwa Pakistan dan India bak dua saudara kembar yang dibesarkan oleh orangtua yang bercerai. Lalu masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri, lalu saling bersaing untuk menjadi yang paling hebat dan kuat.

Kedua negara memang bermusuhan, tapi tindakan mereka simetris, saling balas membalas. Jika India menjajal nuklir, maka Pakistan akan siapkan bom atom yang lebih dahsyat.

Pakistan membuat serial drama anti-India, maka India pun tidak mau kalah dengan sederetan Bollywood yang menggambarkan Pakistan sebagai negeri para bajingan. Kalau India memenangkan piala kriket, maka kiamat bagi fans Pakistan. Sementara kalau tim kriket India keok, maka seluruh Pakistan akan berdansa.

Yes. Cermin. Tak salah jika orang bilang, hidup itu adalah sebilah cermin. Dunia di matamu sesungguhnya adalah cerminan dari hatimu sendiri. Caramu memandang dunia adalah caramu memandang diri. Jika dunia penuh kebencian dan musuh dimana-mana, sesungguhnya itu adalah produk dari hatimu yang dibalut kebencian. Jika kau kira dunia penuh dengan orang egois, sesungguhnya itu adalah bayangan dari egoisme egomu sendiri. Dunia yang muram berasal dari hati yang muram. Begitulah.

Surga yang Tersembunyi

Jika teman-teman sering melihat iklan destinasi wisata ke Turki, Korea Selatan, Singapura, atau Wonderful Indonesia di Youtube, pernahkah teman-teman melihat iklan dari Pakistan? Betapa pesona negeri ini sangat menarik hati.

Jujur saja, setelah membaca Titik Nol dan Selimut Debu karya Agustinus Wibowo saya baru menyadari bahwa Asia Tengah yang paling membuat saya jatuh cinta adalah Pakistan. Negeri yang ternyata indah bagaikan surga.

Tahu pegunungan tertinggi kedua di dunia? Ya, ada di Pakistan.

Tahu masjid indah dengan bangunan kuno nan megah di Punjab? Ya, lebih indah dari Taj Mahal.

Negeri empat musim yang tidak banyak orang tahu, inilah Pakistan.

Sebelum ke Pakistan, ada baiknya kita mempelajari budaya-budayanya di sini yuk!

Bersiap dengan Culture Shock

Meskipun Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Agustinus menyebutkan bahwa ada guncangan culture shock setiap kali memasuki Pakistan. Di Pakistan, segala sesuatu dipisahkan berdasarkan gender. Mulai dari sekolah sampai warung, dari bus ke bank. Saya pun penasaran dan menanyakan kebenarannya pada seorang teman berkewarganegaraan Pakistan, dan iya benar adanya.

Kata 'perempuan' dalam bahasa Urdu adalah aurat. Bukan hanya bagian dari tubuh, tapi sekujur tubuh mereka secara keseluruhan adalah aurat. Kaum hawa tidak keluar rumah kecuali kalau dibarengi ayah atau suaminya atau anggota keluarga yang laki-laki.

Namun tidak jarang juga yang bekerja sebagai pramusaji di restoran cepat saji dengan bibir merah merona, rambut sepundak tergerai, memakai rok mini bahkan lalu mengucapkan bahasa Inggris yang fasih. Biasanya hal seperti ini hanya terjadi di kota besar. Bahkan tidak jarang begitu keluar dari pintu restoran itu, mereka akan menutup kembali tubuhnya.

Karena tak mungkin perempuan itu akan berjalan sendirian di Lahore dengan pakaian seperti itu. Dunia mereka tidak bersinggungan dengan dunia Pakistan yang sebenarnya. Berada di Pakistan, semua orang sadar bahwa ada dunia-dunia yang berkontradiksi, semua orang harus tahu akan zona dan garis batas masing-masing. 

Mulai dari Islamabad, Lahore, Peshawar, Khyber Pakhtunkhwa hingga K2

Jika diberi kesempatan untuk ke Pakistan, saya ingin menjelajah kota-kota itu. Mulai dari Islamabad, Punjab, Lahore, Peshawar, Khyber Pakhtunkhwa hingga K2 bersama suami dan anak saya tentu saja, hihi. Syukur-syukur bisa sekalian umroh dari sini kan.

Islamabad adalah ibukota Pakistan. Jika kita naik pesawat dari Jakarta, kita bisa memilih dua kota di Pakistan. Islamabad atau Lahore. Tiket pulang pergi kesana dari Jakarta kira-kira sebesar 28 juta per orang. Waw. Hehe.. Terakhir kali cek sih sebelum pandemi, mungkin saat ini turun sedikit.

Bagaimana dengan visa? Ya, Pakistan sudah memberlakukan visa on arrival bagi 50 negara. Salah satunya Indonesia. Lewat situs resmi visa Pakistan, www.dgip.gov.pk dijelaskan bahwa 50 negara termasuk Indonesia bisa masuk ke Pakisan cukup dengan visa on arrival.

Turis Indonesia bisa mengajukan permohonan 46-72 jam sebelum kedatangan ke Pakistan untuk mendapat Electronic Travel Authorization (ETA). Biaya pembuatannya per Maret 2019, bagi pemegang paspor Indonesia sekali masuk (single entry) adlaah 25 dollar. Visa Pakistan untuk pemegang paspor Indonesia berlaku untuk maksimal tiga bulan sekali kunjungan.

Islamabad juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik, kita bisa menikmati street food dan jalanan ibu kota dengan kerlip lampu berwarna-warni. Jangan lupa mampir ke masjid Faisal Islamabad.

masjid faisal islamabad
Sumber : Wikipedia. Masjid Faisal Islamabad

Setelah dari Islamabad, kita bisa ke Lahore. Ada masjid Bashani yang indah. Konon di dalamnya ada zona misterius yang disebut-sebut sebagai kawasan prostitusi terbesar dan tersohor di seluruh negeri, orang-orang menyebutnya Heera Mandi. Namun di buku Agustinus tidak terungkap faktanya. Masih berupa desas-desus yang sudah bukan menjadi rahasia umum, katanya. Entah.

Namun dibalik itu semua, saya tetap ingin mengunjungi Lahore dan mencicipi teh di sana, karena Lahore termasuk ke dalam kota kuno yang menyimpan banyak sejarah. Berjalan berdua bersama suami di tengah musim semi atau salju, pasti indah rasanya.

lahore

Lalu tak kalah pentingnya saya juga ingin ke Peshawar. Kenapa? Karena di sana juga banyak bangunan kuno yang tentunya menyisakan banyak cerita. Peshawar adalah ibu kota Kerajaan Gandhara selama 2000 tahun. Selama ribuan tahun kota ini menjadi pusat perdagangan antara anak benua India, Afghanistan dan Asia Tengah.

Namun kata seorang teman yang berkewarnegaraan Pakistan, pergi ke Peshawar untuk melihat-lihat boleh saja. Tapi jangan sampai ke perbatasan Afghanistan. Negeri yang telah hancur karena perang itu masih sangat berbahaya untuk masyarakat sipil. 

Agustinus juga menyebutkan dalam bukunya bahwa Peshawar dikenal sebagai kota tempat diselundupkannya banyak senjata oleh dan dari Afghanistan untuk Taliban. Tidak hanya itu, di sinilah pintu surga bagi para pencandu narkoba. Namun, ia juga termasuk dalam kota dengan pengobatannya yang terbaik di provinsinya. 

Penduduk Peshawar terutama terdiri atas tiga kelompok etnis yaitu orang Pashtun (yang mendominasi Pakistan), Tajik, Hazara, Uzbek, Persia. Punjabi hingga Gipsi. Jika teman-teman bermadzhab Sunni maupun Syiah, aman-aman saja di sini. Namun ada juga di daerah lain yang sangat tidak menerika kehadiran Syiah atau disebut sebagai Hazara di sana. 

pakistan zindabad

Dari Peshawar, saya ingin ke Khyber Pakhtunkhwa, tempat tinggal salah seorang teman yang selama ini tidak lelah menjawab keingintahuan saya soal Pakistan dan kebudayaannya di sana. Meskipun berada di desa kecil yang jauh dari perkotaan, banyak juga lho yang menarik di sini. Terutama makanannya yang murah meriah. 

Sajian nasi kebuli (di Indonesia) mereka menyebutnya di sana juga sebagai kabuli adalah sajian khas yang diberikan untuk tamu yang datang. Penduduk Pakistan sangat menghormati tamu, tidak heran jika teman-teman memiliki teman di sana, pasti akan disambut dengan sangat baik dan suka cita. Katanya, tamu adalah pembawa keberuntungan.

nasi kabuli Pakistan

Makanannya tidak terlalu jauh berbeda kok dengan Indonesia. Ada banyak rempah juga yang dimasak untuk setiap makanan. Begitu juga dengan sayur, daging, dan buah-buahan. Hanya saja penyajian mereka hampir selalu dalam porsi besar. Lalu dimakan bersama-sama sambil duduk bersila. Inilah salah satu quality time keluarga di Pakistan. Makan bersama adalah hal wajib.

Beberapa destinasi lain yang mungkin tidak akan kita sangka indahnya adalah pegunungan K2 yang selalu tertutup salju. Juga banyak danau dengan air hijau dan biru sungguh memanjakan mata. Seperti Attabad Lake di Hunza serta Ibrahim Waterfall di Khuzdar, Pakistan.

Attabad Lake Pakistan Zindabad
Sumber : Instagram @Pakistan - Attabad Lake Hunza

waterfall ibrahim pakistan
Sumber : Instagram @Pakistan - Ibrahim Waterfall

Bagaimana dengan K2?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa K2 adalah gunung tertinggi kedua di dunia. Terletak di perbatasan antara Pakistan dan RRC di wilayah Gilgit, Baltistan, bagian utara Pakistan. Tinggi gunung ini mencapai 8611 meter (28.251 kaki). K2 adalah puncak tertinggi di pegunungan Karakoram dan juga di Pakistan di Xinjiang.

Konon, gunung ini lebih sulit didaki daripada Gunung Everest karena cuacanya yang buruk. K2 juga lebih tinggi di daerah sekitarnya bila dibandingkan Gunung Everest. K2 juga dijuluki gunung biadab karena hal ini. Mendaki melalui sisi Tiongkok lebih sulit dan berbahaya, oleh karena itu banyak pendaki menaiki gunung melalui sisi Pakistan. 

pegunungan K2 Pakistan

Akrab dengan Himalayan Salt? Gunung inilah penghasilnya. Kemudian diekspor ke berbagai negara dengan harga yang tidak murah. Padahal, teman saya mengatakan harga Himalayan Salt di sana sangat murah. Dijual perkilo dengan harga setara tiga belas ribu rupiah saja. Di sini? Jangan tanya.

Masih ada lagi menurut penuturan seorang teman, surga yang menjadi rebutan antara India dan Pakistan, yaitu Kashmir. Destinasi wisata di sana jauh lebih indah, katanya. Sayangnya saat ini Kashmir menjadi wilayah konflik, sehingga belum aman untuk dikunjungi.

Saya berdoa mudah-mudahan Pakistan terus memiliki kekuatan militer nomor satu di Asia, sehingga tidak ada lagi jejak peradaban Islam yang hancur karena perang. Baik itu perang saudara maupun perang melawan negara lain. 

Tolong, tunggu saya ya, Pakistan. 

Pakistan Zindabad!

Referensi :

Selimut Debu dan Titik Nol oleh Agustinus Wibowo

Sumber gambar : Wikipedia, Instagram @Pakistan

#RCO9

#OneDayOnePost

#ReadingChallengeODOP9



De Tjolomadoe, Saksi Bisu Kejayaan Pabrik Gula di Solo

Solo menjadi kota tujuan akhir aku dan teman-teman setelah berlibur selama dua hari di Jogja. Kota tempat asal Pak Jokowi ini menarik perhatian kami, karena memiliki banyak peninggalan sejarah. Salah satunya adalah Museum De Tjolomandoe.

de tjolomandoe

Awalnya kami berencana untuk mengunjungi Keraton Solo. Namun karena tak punya cukup waktu untuk melakukan perjalanan ke sana, maka diubahlah tujuannya menjadi ke Pabrik Gula De Tjolomadoe. Hal ini dikarenakan lokasinya yang searah dengan jalur pulang, sehingga tak memakan banyak waktu.

Sejarah Pabrik Gula De Tjolomadoe

Pembangunan pabrik gula ini berawal dari keinginan Mangkuneraga IV untuk mengembangkan industry gula. Karena gula merupakan komiditi yang banyak dibutuhkan di pasar dalam negri maupun luar negeri. Selain itu tanaman tebu sudah terbiasa ditanam di tanah-tanah Mangkunegaran.

Desa Krambilan, Distrik Malang Jiwan di sebelah utara Kartasura dipillih oleh Mangkunegara IV sebagai tempat dibangunnya perkebunan tebu. Hal ini dikarenakan tanah di sana subur dan airnya yang cukup banyak.

sejarah de tjolomandoe
Setelah membangun perkebunan tebu, Mangkunegara IV meminta ijin kepada Residen Surakarta Nieuwenhuysen untuk membangun pabrik gula juga di sana. Setelah mendapatkan ijin, beliau memerintahkan seorang ahli berkebangsaan Jerman bernama R.Kampf untuk membangun pabrik gula tersebut.

Pembangunan parbrik gula ini memakan biaya yang sangat banyak yaitu 400.000 gulden. Pembangunan dimulai pada hari minggu tanggal 8 Desember 1861 ditandai dengan peletakan batu pertama.

Mangkunegara IV memberi nama pabrik gula ini Tjolomadoe yang artinya gunung madu. Makna dari nama tersebut adalah agar nanti pabrik ini bisa menjadi simpanan kekayaan dalam bentuk gula pasir yang menyerupai gunung.

Pabrik besar ini mulai beropersai pada tahun 1882. Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan gula didatangkan langsung dari Eropa. Hasil panen tahun pertama perkebunan tebu seluas kurang lebih 95 hektare mampu menghasilkan 3700 kwintal gula.

de tjolomandoe

Bagian Dalam Museum

Kesan modern langsung terlihat saat kami pertama kali menginjakkan kaki ke dalam museum. Bangunannya yang tinggi dan luas membuat ruangan tampak terang, berbeda dengan suasana museum kebanyakan.

Bagian depan merupakan ruangan luas  seperti aula yang berisi mesin-mesin besar. Area ini dinamakan Stasiun Gilingan.

Stasiun Gilingan merupakan area tempat menggiling tebu. Di sini terdapat mesin-mesin besar yang dulunya digunakan untuk menggiling tebu dan mengambil sari-sarinya. Mesin-mesin ini tertanam sehingga tak bisa di pindah-pindahkan.

Setelah selesai mengelilingi area Stasiun Gilingan kami masuk menuju Stasiun Karbonatasi. Ruangan sedikit gelap, sumber cahaya hanya berasal dari lampu-lampu dinding yang tertempel. Dalam Stasiun ini terdapat tungku besar dengan api buatan di dalamnya yang digunakan untuk merebus sari tebu.

Setelahnya kami berjalan ke ruangan yang berisi diagram-diagram hasil pabrik tebu beserta penyebaran penjualannya. Di sini juga terpamapang skema perkembangan pabrik tebu dari awal beroperasi hingga akhirnya tak lagi digunakan.

Selesai membaca sejarah pabrik tebu kami berjalan ke ruang yang berisi benda-benda bersejarah, yang membawakan kepingan-kepingan kenangan tentang pabrik yang pernah jaya pada masanya. Ada miniature pabrik yang menceritakan bagaimana pabrik ini dulunya beroperasi.

Ada juga benda-benda yang dulunya digunakan oleh pegawai pabrik seperti baju seragam, alat kerja, hingga buku-buku kas keuangan yang kini kertasnya sudah menguning. Semua benda tersebut berada di dalam kotak kaca, sehingga pengunjung tak bisa memegangnya.

Setelah melewati stasiun karbonasi kami berjalan menuju stasiun selanjutnya yaitu stasiun penguapan. Seperti area pertama, stasiun pengupana juga berupa aula luas yang berisi mesin-mesin besar. Bedanya mesinnya berada di atas sehingga kita perlu mendongakkan kepala untuk melihat.

Setelahnya kami naik tangga ke atas menuju Stasiun Ketelan. Di dalam stasiun Ketelan ini terdapat banyak sekali stand-stand yang menjual pernak-pernik untuk oleh-oleh. Semua yang merupakan hasil kerajinan tangan dan camilan khas Solo.

Selain itu terdapat sebuah caffe yang aestentic di sini. Tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak dan meminum kopi setelah lelah berjalan memutari museum. Stasiun ketelan merupakan stasiun terakhir yang ada di museum ini.

mesin de tjolomandoe


Lokasi De Tjolomadoe

Pabrik gula yang telah dirombak menjadi museum ini berada di daerah karanganyar, tepatnya di Jalan Adi Sucipto No 1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kecamatan Colomandu, Kabupaten Karanganyar. Tidak susah untuk menemukan bangunan besar ini karena di depannya terpampang tulisan besar De Tjolomadoe.

Tiket Masuk De Tjolomadoe

Tempat penjualan tiket masuk terpisah dari gedung museum. Loket pembelian tiket berada di sebrang pintu masuk gedung. Berupa bangunan kecil  di area taman, dibelakang tulisan besar De Tjolomadoe.

Harga tiket masuk ke Museum De Tjolomadoe ini tidaklah mahal, hanya Rp 25.000 saja. Tak hanya itu kalian juga akan mendapatkan vocer minuman dan snack saat masuk. Vocer tersebut bisa kalian tukarkan di booth yang berada di Stasiun Ketelan.

Author : @lelyelated 

 

6 Starter Pack Penting Selama Liburan yang Harus Ada di Tas Kamu


Wajib hukumnya membawa starter pack penting selama liburan. Apalagi ke tempat di mana kamu belum pernah sama sekali mendatanginya. Jadi persiapan di awal ini harus banget kamu perhatikan

Well, ya sih lagi pandemi, tapi beberapa tempat wisata kan sudah dibuka untuk umum. Jadi selama kita tetap bisa mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Why not? Apalagi selama setahun di rumah terus, pikiran udah mumet banget dong ya. Nggak bisa kemana-mana karena pandemi ada di semua tempat.

starter pack penting selama liburan

Sesekali, selama mengikuti semua protokol kesehatan di semua tempat bolehlah ya jalan-jalan menghibur diri. Because selain tubuh, pikiran juga butuh vitamin kan. Haha, jadi inget temen yang tulis vitamin sea di medsos pas melancong ke pantai.

6 Starter Pack Penting Selama Liburan

Meskipun hasrat ingin verlibur (HIV) ini sudah menggebu, saya sarankan biar liburannya nggak kacau nanti, kamu bawa deh 6 starter pack penting selama liburan ini. Isinya barang-barang yang yang bisa dukung aktivitas selama liburan. Dari Backpack khusus traveling, sampai ke obat-obatan untuk jaga-jaga. 

Yuk simak, kira-kira starter pack penting selama liburan yang tidak boleh terlewat apa saja nih?

1. Uang Tunai, ATM

Everythings gonna be okay if you have much money.
Kemana-mana kalau ada uang tunai kan enak, bayar ongkos angkutan umum, beli oleh-oleh, sampai beli makanan dan minuman selama perjalanan nanti. Semua bisa dilakukan pakai uang.
Pokoknya bawa uang tunai pas jalan-jalan itu wajib ya, selain kamu juga harus jaga-jaga dengan bawa uang tambahan dari ATM (harus ada isinya ya wkwkwk).

2. Backpack ringan multifungsi

Kenapa harus backpack ringan? Ya biar nyaman nanti pas jalan-jalan mengunjungi banyak tempat wisata. Pertimbangkan juga untuk memilih yang multifungsi. Yang selain bisa menampung banyak barang, tapi juga bikin kita terlihat lebih stylish.
Udah banyak kok yang jual tas begituan, beli satu aja gapapa kali. Atau kalau mau pinjem ke temen deket yang sering traveling aja. Kalau ya, jangan lupa dibalikin yaw.
 
3. Alat elektronik

Alat elektronik ini penting ya, apalagi di zaman yang serba online seperti ini. Jadi disarankan kamu perlu membawa travel charger, power bank, smartphone, headset, kamera digital, dan lain-lain. Ini nggak kalah penting loh.

Apalagi di zaman yang serba digital ini. Kurang pas rasanya jika pergi liburan tanpa salah satu alat elektronik di atas. Hape jelaslah ya buat googling tempat wisata pakek Maps, cari tempat makan, update instastory, instafeed, WA Story, dengerin streaming musik, dan lain sebagainya. Hey! pastikan kuota aman ya.

Terlebih ketika teman travel kehabisan pulsa tuh dan sedang berada jauh dari kota. Katakanlah sedang ada di pegunungan, ngga mungkin kan minta mama untuk isikan pulsa? 

Nah, teman travel bisa lho menghubungi Tanya Veronika Asisten Virtual dari Telkomsel. Jangkauannya yang luas, akan dapat membantu teman travel meski jauh dari tengah kota. Entah itu isi pulsa, cek poin, hingga kebutuhan akan jokes receh. Hehe..

Terus karena hape ini barang ciptaan manusia yang lemah, jadi kamu juga harus bawa travel charger dan power bank. Jangan lupa untuk mengabadikan semua momen indah lewat kamera digital biar hasilnya bagus dan jernih.

4. Handuk yang cepat kering

Ini sih penting banget apalagi kamu berencana menginap beberapa malam. Biar higienis, saya sarankan membawa handuk sendiri dari rumah. Terus pilih juga yang cepat kering ya biar nyaman pas dipakainya. Kebayang dong bawa handuk basah selama liburan, ugh! Pasti bau apek nanti tasnya.

5. Make Up? Wajib!

Ini sih kalau nggak kebawa kebangetan ya. Masa iya kita biarkan wajah dan kulit terlihat nggak ok saat liburan. Apalagi kalau mau diabadikan lewat kamera, update instastory, wastory dan lain sebagainya. Hukum bawa make up pas jalan-jalan ini wajib juga ya. Jangan sampai enggak. Bagusnya nanti semua peralatan make up, itu dimasukkan ke tas tolietries biar tetep rapi.

6. Obat-obatan

Nggak kalah penting nih, jangan lupa juga bawa obat-obatan untuk jaga-jaga. Apalagi misal kamu punya Riwayat penyakit yang kambuh ketika di perjalanan.

Obat-obatan seperti paracetamol ini juga wajib dibawa ya, biar pas pusing atau sakit kepala bisa bikin sakitnya berkurang. Bisa tetep stay action deh!

Nah, itulah ke-6 starter pack yang penting selama liburan. Sebelum berangkat, sebaiknya dipersiapkan dulu segala-galanya biar nanti pas liburan bisa fokus cari vitamin untuk pikirannya. Hahaha. Selamat berlibur ya