4 Wisata Makam di Toraja yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Kabupaten yang terletak di Sulawesi Utara ini memiliki wisata makam kuno yang menarik untuk dikunjungi. Adat istiadat dan budaya yang masih melekat dan dilestarikan, membuat tempat ini banyak menjadi incaran para wisatawan. Salah satu budaya mereka yang sangat popular adalah bagaimana mereka memperlakukan orang yang telah meninggal. Salah satu tradisinya adalah upacara adat Rambu Solo.  

Rambu Solo merupakan upacara pemakaman secara adat yang mewajibkan keluarga almarhum membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi. Upacara ini membutuhkan banyak biaya karean harus mengorbankan kerbau dan babi.

Selama menunggu persiapan upacara Rambu Solo, jenazah di simpan di rumah leluhur atau rumah adat tongkonan. Selama itu, jenazah diperlakukan layaknya orang yang masih hidup. Mereka masih mengajak mengobrol, memberi makan dan minum.

Tak hanya bagaimana mereka memperlakukan orang mati, tempat pemakaman masyarakat Toraja juga sangat unik. Ini 4 makam  di Toraja yang unik dan wajib banget buat dikunjungi.

1. Kuburan Batu Kete Kesu

kuburan kete kesu
Source : goodnewsfromindonesia.id

Kuburan Batu Kete Kesu merupakan kuburan tertua yang diperkirakan telah berusia 700 tahun. kuburan ini berada di tebing. Jaman dahulu, orang yang sudah meninggal tidak dikuburkan tapi dimasukkan ke dalam peti mati dan peti matinya di taruh begitu saja di dekat tebing.

Ketika kalian ke sana kalian akan mendapati bertumpuk-tumpuk peti mati. Dan di sepanjang jalan dari kaki Gunung Kete Kesu hingga puncak kuburan terdapat banyak tengkorak manusia yang bikin bulu kuduk merinding.

2. Gua Londa

gua londa
Source : indonesia.go.id

Gua Londa merupakan gua yang dibentuk oleh alam yang digunakan sebagai tempat menyimpan jenazah leluhur Suku Toraja dan keturunannya. Untuk masuk kalian akan ditemani oleh pemandu karena tempatnya yang berada di dalam gua.

Di sini, jenazah orang mati dimasukkan ke peti kayu dan ditinggalkan di dalam gua. Jejeran peti mati tersebut dimasukkan di dalam lubang gua maupun tergantung di atap gua. Peti tersebut diletakkan sesuai dengan strata social, semakin tinggi peti matinya semakin tinggi status sosialnya.

3. Kuburan Batu Lemo

batu lemo
Source : airport.id

Kuburan Batu Lemo merupakan kuburan yang terletak di tebing kapur. Cara penguburannya adalah dengan melubangi batu, dipahat secara manual. Biasanya satu lubang diisi oleh satu keluarga dan di tutup kayu.

Kuburan batu ini bertingkat-tingkat hingga atas tebing. menurut kepercayaan masayarakat Toraja, semakin tinggi letak makam maka semakin dekat dengan Tuhan.

Di beberapa lubang makam terdapat patung pahat berbentuk manusia. Patung pahat ini dinamakan tao-tao, merupakan symbol orang-orang yang berada di dalam lubang tersebut.

4. Kuburan Bayi Kambira

bayi kambira
Source : phinemo.com

Berbeda dengan orang dewasa, bayi yang meninggal dikuburkan di dalam pohon. Pohon ini memilki pintu-pintu yang terbuat dari ijuk untuk menyimpan mayat bayi yang telah meninggal.

Pohon tempat menyimpan jenazah bayi ini disebut dengan pohon Taraa. Pohon Taraa dipilih sebagai tempa pemakaman bayi karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu.

Bayi yang boleh dimakamkan di dalam pohon tara adalah bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Karena menurut kepercayaan masayarakat Toraja mereka masih suci dan tanpa dosa. Prosesi pemakamannya pun dengan cara khusus, mereka menyebutnya Passilian.   

Penempatan jenazah bayi sesuai dengan strata social masyarakat. Semakin tinggi letak bayi yang dikuburkan di pohon Taraa, semakin tinggi pula derajat socialnya di masyarakat.

Setelah mengetahui tradisi masyarakat Toraja dalam memperlakukan orang mati. Jadi penasaran kan pingin mengunjungi makam kuno di Toraja.

No comments

Post a Comment